HMPS BKI IAIN Jember Melakukan Kunjungan Ke IKMP UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Kepengurusan himpunan mahasiswa program studi bimbingan konseling mengadakan kunjungan ke IKMP (Ikatan Keluarga Mahasiswa Pascasarjana) di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dalam kunjungannya telah dihadiri mahasiswa pascasarjana UIN Sunan Kalijaga dan kepengurusan HMPS BKI , dalam acara tersebut diisi oleh Bpk. Ahmad Bahruddin selaku pemateri dan saudara Naufal Kurniawan sebagai moderator, dan juga dihadiri presiden IKMP UIN Sunan Kalijaga saudara Mukhlis.
Kegiatan tersebut diadakan setiap hari sabtu pagi di kampus UIN Sunan Kalijaga yang selalu dihadiri oleh mahasiswa pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, didalam kajian ini membahas dari berbagai bidang baik itu politik, social, pendidikan, dll. sehingga kajian ini sangat penting bagi mahasiswa karena dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan tentang berbagai hal, disamping itu juga meningkatkan kemistri kekeluargaan didalam berproses diorganisasi
Dalam kajian tersebut saat itu diisi langsung oleh bpk. Bahruddin. Beliau adalah pendiri serikat paguyuban qoryah thayyibah didaerah jawa tengah, qoryah thayibah adalah sekolah alternatif yang didirikan untuk meningkatkan sumber daya manusia didesa tersebut, agar bisa mandiri pangan, energi dan mengelola kekayaan alam.
Sekolah qoryah thayibah ini termasuk unik karena sekolah tersebut tidak mengikuti kurikulum nasional, karena beliau ingin menjadikan anak sebagai subyek belajar bukan sebagai obyek yang diajar, seperti didalam diskusi acara kemarin beliau memaparkan bahwa pendidikan di Indonesia kurang efektif, karena semua anak mempunyai kelebihan dan kekurangan masing masing, dari itu kurikulum di Indonesia dinilai terlalu memaksa kemampuan anak anak, sehingga membuat anak anak tidak bisa berfikir kritis dan menjadikanya sebagai obyek belajar
Didalam diskusi kajian IKMP kemarin bpk. Bahruddin memaparkan betapa suksesnya penerapan sekolah qoryah thayibah, karena menghasilkan dampak positif kepada warga sekitar salah satunya berhasil memanfaatkan hujan sebagai sumber air yang awalnya desa tersebut termasuk desa yang kekurangan air, sehingga mereka dapat memanfaatkan dan menanggulanginya juga berhasil memanfaatkan kotoran sapi dan manusia sebagai biogas.
Pendidikan di qoryah thayibah juga bisa dibilang berjalan lancar bahkan sukses dikarenakan murid-murid disekolah tersebut sempat ditawari disekolah favorit, akan tetapi hal itu tidak terlaksana karena untuk memasuki pendidikan tersebut harus sesuai dengan kurkulum di indonesia, yaitu salah satunya adanya ujian nasional sedangkan didalam sekolah qoryah thayibah tersebut tidak melakukannya , mereka sempat ditawari untuk melakukan Ujian Nasional (UN) tapi mereka menolak, karena menurut mereka ujian nasional hanya menghambat kemampuan dan kreatifitas mereka
Dari kajian tersebut banyak menambah wawasan bagi kepengurusan HMPS BKI IAIN JEMBER bahwa fasilitas tidak menentukan hasil , tetapi hasil terbaik bisa didapat dari bagaimana kita bisa memanfaatkan sumber daya dengan semaksimal mungkin sehingga bisa berdampak mutualisme. (Fikri "ketua HMPS"/2018)




