Mahasiswa PPL Bimbingan dan Konseling Islam 2025 Ikut Meriahkan Dialog Publik di Ramapati FM Soal Kekerasan dalam Rumah Tangga
Pasuruan, 18 September2025 — Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember yang tengah melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di DP3AKB Kota Pasuruan mendapat kesempatan berharga untuk ikut serta dalam siaran radio di Ramapati FM. Ramapati FM, atau Radio Gema Suropati, adalah Lembaga Penyiaran Publik Lokal tertua di Kota Pasuruan yang berdiri sejak tahun 1979, dan kini berada di bawah naungan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kota Pasuruan.
Dalam siaran yang dikemas dalam bentuk dialog interaktif ini, para mahasiswa BKI diajak untuk membahas isu-isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) bersama sejumlah narasumber dari instansi terkait. Sebagai mahasiswa yang menekuni bidang konseling, mereka memberikan perspektif akademik mengenai dampak psikologis KDRT terhadap keluarga, terutama terhadap istri dan anak. Mereka juga menyampaikan pentingnya komunikasi yang sehat, pola asuh yang penuh kasih, serta peran konseling keluarga dalam mencegah terjadinya konflik yang berujung pada kekerasan. Pandangan yang disampaikan mahasiswa tidak hanya berangkat dari teori di kelas, tetapi juga dari pengalaman lapangan mereka selama mendampingi program-program DP3AKB.
Selain mahasiswa, hadir pula Ibu Melisa, perwakilan dari DP3AKB Kota Pasuruan. Dalam kesempatan itu, beliau menjelaskan prosedur hukum dan mekanisme pelaporan kasus kekerasan dalam rumah tangga. Mulai dari langkah awal pelaporan di UPTD PPA (Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak), pendampingan psikologis dan hukum yang diberikan, hingga kerja sama lintas sektor dengan kepolisian dan lembaga lain dalam menangani kasus KDRT. Penjelasan ini memberi gambaran nyata kepada masyarakat bahwa korban kekerasan memiliki jalur perlindungan yang jelas dan tidak dibiarkan menghadapi masalahnya sendiri.
Turut hadir juga Bapak Kholil dari Kementerian Agama Kota Pasuruan yang berperan sebagai penyuluh agama. Beliau memberikan pandangan mengenai isu KDRT dalam perspektif Islam. Menurutnya, rumah tangga seharusnya dibangun atas dasar sakinah, mawaddah, dan rahmah. Kekerasan dalam bentuk apapun tidak dibenarkan dalam ajaran agama, dan seorang suami maupun istri memiliki kewajiban moral serta spiritual untuk saling menghormati dan menjaga martabat pasangan. Dengan demikian, pencegahan KDRT tidak hanya soal hukum dan psikologi, tetapi juga menyangkut dimensi keimanan dan tanggung jawab moral.
Siaran ini dipandu langsung oleh penyiar Ramapati FM yang membawa suasana diskusi menjadi akrab namun tetap berbobot. Mahasiswa BKI merasa bangga karena mendapat ruang untuk menyampaikan ilmu yang mereka pelajari di kampus sekaligus membagikannya kepada masyarakat luas melalui media radio. Kesempatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mereka untuk belajar berkomunikasi dengan publik, sekaligus memperkuat peran akademisi muda dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menciptakan rumah tangga yang sehat dan bebas dari kekerasan.
Melalui kegiatan ini, terlihat adanya sinergi yang baik antara dunia akademik, pemerintah daerah, dan lembaga keagamaan dalam menangani isu sosial yang sensitif seperti KDRT. Kehadiran mahasiswa di ruang publik seperti siaran radio tidak hanya memperkaya pengalaman mereka, tetapi juga menjadi kontribusi nyata dalam upaya membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya membangun keluarga harmonis tanpa kekerasan.




