PENGABDIAN MAHASISWA BKI IAIN JEMBER DI LIPOSOS JEMBER
PENELITAIN dan PENGABDIAN MASYARAKAT
Manusia adalah mahluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri tanpa adanya manusia lainnya. Manusia butuh orang lain untuk berkomunikasi dan berinteraksi sosial lainnya. Tanpa adanya orang lain sudah bisa dipastikan manusia akan kewalahan menjalaninya. Atas dasar asumsi tersebut mahasiswa BKI IAIN Jember yang diwakili oleh HMPS (Himpunan Mahasiswa Program Studi) BKI IAIN jember berinisiatif untuk membantu sesamanya dalam bentuk bantuan psikologis (dalam bentuk empati dan mendengarkan keluh kesah mereka dengan menggunakan keterampilan komunikasi konseling). Sasaran yang dituju dalam memberikan bantuan adalah mereka yang tinggal di LIPOSOS (lingkungan pondok sosial) Kabupaten jember.
Tanggal 13 Juni 2017 mahasiswa program studi BKI IAIN Jember Angkatan Tahun 2015 sejumlah 13 mahasiswa memulai belajar untuk membantu sesamanya di Lingkungan Pondok Sosial (LIPOSOS) di Jln. Tawes No. 306 Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur
Lingkungan Pondok Sosial (LIPOSOS) sendiri merupakan lingkungan pondok sosial Unit Pelaksana Teknis dari Dinas Sosial Kab. Jember yang menyediakan pelayanan PMKS (penyandang masalah kesejahteraan sosial) yang terdiri dari 28 jenis PMKS termasuk Gelandangan, Pengemis, Orang Terlantar, ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) dan lain-lain. Liposos yang berada di Jalan Tawes Nomer 306 Kecamatan Kaliwates Jember ini, sementara hanya menampung 3 jenis PMKS seperti psychotic (gangguan kejiwaan), lansia terlantar, dan lansia yang sengaja ditelantarkan oleh keluarganya. Sedangkan PMKS seperti pengemis, anak jalanan, dan sebagainya itu di alihkan ke Rehabilitasi Sosial (RESOS) yang ada di Dinas Sosial.
Mahasiswa program studi BKI IAIN Jember angkatan 2016 yang melakukan pembelajaran ke LIPOSOS ini bertujuan melakukan pendampingan di Lingkungan Pondok Sosial dan belajar memahami orang lain dan latar belakang budaya yang berbeda. Beberapa kegiatan yang dilakukan di Liposos diantaranya adalah Membantu memandikan, membantu mengarahkan orang lain untuk lebih mandiri memakai baju, dan memberi makan para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), membantu mendengarkan keluh kesah dan lain sebagainya. Liposos Kab. Jember saat itu menampung kurang lebih 16 orang yang terdiri dari lansia terlantar dan mengalami gangguan psycotik (gangguan kejiwaan).
Mahasiswa belajar banyak setelah di Liposos, salah satunya yaitu membuat mahasiswa sebagai anak harus menyayangi kedua orang tua yang sudah membesarkan karena mereka menyanyangi seorang anak tanpa ingin balasan, walaupun sebenarnya sebagai anak tidak mungkin bisa membalas kebaikannya setidaknya jangan menyakiti dan berusaha untuk merawatnya dengan sebaik mungkin. Selain itu melatih memunculkan empati dan attending, serta mengajarkan arti sebuah kesabaran dengan beraneka tipologi manusia. Tidak ketinggalan juga belajar dari LIPOSOS menjadi landasan akan pentingnya konseling multikultural.




