SEMINAR DAN PUBLIKASI ILMIAH mahasiswa BKI IAIN Jember
Keterampilan konselor dalam mencegah munculnya krisis
(Studi pada santri di pondok pesantren Darunnajah-Banyuwangi)
Konseling atau penyuluhan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang ahli (disebut konselor/pembimbing) kepada individu yang mengalami sesuatu masalah (disebut konseli) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi konseli. Dalam kegiatan konseling terdapat berbagai macam permasalahan yang ditemui, salah satu contohnya itu krisis seperti yang dialami oleh santri darun najah banyuwangi.
Krisis yang dialami oleh santri darun najah banyuwangi dapat berdampak buruk pada biologis maupun psikologis mereka. Krisis yang dialami oleh para santri pada umumnya ditandai dengan adanya perubahan mendadak seperti panik, takut, tidak tahu apa yang harus dilakukan, tidak bisa menghadapi situasi, ingin melakukan sesuatu secepatnya, bila tidak bisa bertindak cepat akan terjadi bencana yang lebih besar, sehingga menambah beban pada pikiran dan semakin panik. Berdasarkan hasil penelitian, krisis yang dialami oleh para santri darun najah banyuwangi terbagi menjadi tiga bentuk yaitu krisis terkait dengan biologis (misalnya memasuki masa pubertas), krisis terkait dengan keadaan lingkungan (misalnya kematian orang tua, perceraian, kekerasan dalam rumah tangga), krisis terkait dengan perubahan mendadak dan tidak menentu (seperti bencana alam).
Oleh sebab itu, peran konselor dalam mencegah krisis dapat dimulai dengan pemahaman terhadap perasaan dan pikiran individu yang mengalami krisis, konselor menunjukkan sejumlah alternative solusi beserta konsekwensinya disertai dengan kesepakatan mengenai solusi yang dipilih, melakukan evaluasi terhadap pilihan solusi yang dilakukan seseorang yang mengalami krisis, dan menerapkan hasil evaluasi dan pilihan solusi untuk mengatasi krisis yang dihadapi (oleh:Fanani.editor:by_admin).




